Tuesday, March 21, 2017

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan tejadi di seluruh bagian tubuh. Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan diawali sejak terbentuknya zigot dari proses pembuahan dan terus terjadi hingga hewan mencapai usia dewasa.
Pertumbuhan dan perkembangan pada hewan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sebagai berikut.
1.      Fase Embrionik
Fase embrionik adalah pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai dari zigot sampai terbentuknya embrio sebelum lahir atau menetas. Zigot terbentuk dari hasil pertemuan ovum dengan sperma (terjadi pembuahan/fertilisasi). Kemudian zigot mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam beberapa tahap, di antaranya sebagai berikut:
a.       Pembelahan zigot terjadi secara metosis, yaitu dari satu sel menjadi dua sel, dua sel menjadi empat sel, empat sel menjadi delapan sel, dan seterusnya hingga tiga puluh dua sel. Sekumpulan sel yang terbentuk tersusun seperti buah anggur dan disebut sebagai morula. Pembelahan terus berlanjut sehingga terbentuk rongga di bagian dalam yang disebut blastosol. Fase ini disebut fase blastula.
b.      Gastrula, merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan blastula yang ditandai dengan terbentuknya 3 lapisan embrionik, yaitu lapisan bagian luar (ektoderm), lapisan bagian tengah (mesoderm), dan lapisan bagian dalam (endoderm).
c.       Organogenesis, merupakan proses pembentukan berbagai organ tubuh yang berkembang dari tiga lapisan saat proses gastrulasi.

2.      Fase Pascaembrionik
Pertumbuhan fase pascaembrionik merupakan pertumbuhan dan perkembangan yang dimulai sejak lahir atau menetas hingga hewan tersebut dewasa. Pertumbuhan ini tidak berlangsung terus-menerus, melainkan berhenti setelah mencapai usia tertentu. Pada manusia, perkembangan ini ditandai dengan munculnya sifat-sifat kelamin sekunder. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup tertentu ada yang disertai dengan perubahan bentuk pada tubuhnya, seperti contoh berikut:
a.      Metamorfosis
Metamorfosis adalah perubahan bentuk dan struktur yang terjadi pada hewan mulai fase embrio sampai fase dewasa. Metamorfosis hanya dialami oleh hewan-hewan tertentu saja, pada umumnya dari kelas insekta dan katak. Dalam dunia hewan dikenal dua jenis metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna (bertahap).
1.      Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna adalah metamorfosis yang melewati tahap-tahap perubahan bentuk yang jelas sehingga dapat dibedakan, misalnya mulai dari telur, larva, pupa, hingga hewan dewasa. Pada metamorfosis ini, besarnya ukuran tubuh merupakan proses pertumbuhan, sedangkan berubahnya bentuk tubuh dari telur menjadi dewasa merupakan proses perkembangan. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. Berikut akan diuraikan metamorfosis pada kupu-kupu. Metamorfosis pada kupu-kupu berlangsung dalam empat fase, yaitu fase telur, ulat, pupa, dan kupu-kupu dewasa.
a.       Fase telur, berlangsung dalam beberapa hari. Telur berukuran 1 mm, terletak di permukaan bawah daun. Setelah beberapa hari telur akan menetas menjadi ulat.
b.      Fase ulat, berlangsung selama 3 minggu. Kegiatan utama ulat yaitu memekan dedaunan. Ulat mengalami pergantian kulit (ekdisis) beberapa kali. Pada ekdisis yang pertama kali warna ulat hitam dan putih, tetapi setelah lebih tua, akan berkamuflase. Setelah itu ulat akan menghasilkan sutra yang kemudian dipintal untuk menyelubungi dirinya dan melekatkan tubuhnya di permukaan daun.
c.       Fase pupa, berlangsung selama 10-14 hari. Dalam fase ini tampaknya tidak ada kegiatan apa-apa. Tetapi sebenarnya di dalam pupa terjadi aktivitas untuk membentuk kupu-kupu dewasa. Setelah  2 minggu, pupa akan membuka dan kupu-kupu dewasa akan muncul dari dalam.
d.      Fase kupu-kupu dewasa, waktunya sekitar 5 minggu. Pada saat keluar dari pupa, sayap kupu-kupu masih melipat. Untuk mengembangkan sayapnya kupu-kupu memompakan darah secara penuh ke sayap. Setelah 1-2 jam sayap akan mengembang sehingga kupu-kupu dapat terbang.
2.      Metamorfosis tidak sempurna
Pada beberapa jenis insekta, misalnya belalang. Metamorfosis bertingkat tidak melalui tahap-tahap dengan bentuk yang berbeda-beda tetapi bentuknya tetap sama hanya mengalami pembesaran dan pergantian kulit.
Untuk lebih memahaminya, kita ambil contoh metamorfosis pada belalang. Dalam metamorfosis, belalang mengalami 3 kali perubahan bentuk yaitu sebagai berikut:
a.       Bentuk zigot
Waktu yang dibutuhkan 1-3 bulan. Setelah fertilisasi terbentuk zigot. Dalam waktu 1 sampai 3 bulan zigot akan menetas manjadi nimfa yang tidak berwarna (bening).
b.      Bentuk nimfa
Waktu yang dibutuhkan 9 bulan, nimfa mengalami pengelupasan kulit (ekdisis) hingga 13 kali. Antara ekdisis yang satu dengan ekdisis lainnya disebut fase instar, terbentuk instar 2 sampai instar 13. Nimfa memiliki kutikula yang keras untuk melindungi saat tumbuh. Tiap kali melakukan ekdisis nimfa membesar.
Nimfa memakan makanan seperti yang dimakan bekakang dewasa. Warna nimfa kemudian berubah menjadi cokelat. Pada saat skdisis terakhir (ke-13), tunas sayap muncul di sisi torak. Kemudian torak mengembang, saat itu organ-organ seks telah berkembang.
c.       Bentuk belalang dewasa
Waktu total menjadi belalang dewasa yaitu 1-1,5 tahun. Belalang dewasa telah memiliki dua buah sayap. Belalang dewasa ini sudah mampu kawin dan bertelur lagi.
b.      Metagenesis
Metagenesis adalah pergiliran daur hidup antara generasi yang berkembang biak secara seksual dan generasi yang berkembang biak secara aseksual. Hewan yang mengalami metagenesis, misalnya hydra dan ubur-ubur. Pada ubur-ubur medusa merupakan fase seksual (generatif) dan polip merupakan fase aseksual (vegetatif). Contoh metagenesis yaitu pergiliran keturunan pada tumbuhan paku seperti bagan di samping.
c.       Regenerasi
Setiap hewan mempunyai kemampuan untuk melakukan regenerasi atau substitusi yaitu kemampuan mengembalikan keadaan tubuh seperti semula, jika ada bagian tubuh yang rusak atau hilang. Pada bagian tubuh yang rusak akan segera dibentuk jaringan baruyang berasal dari sel-sel sekitar atau dari tempat lain yang membelah dengan cepat. Sebagai contoh pemotongan bagian tubuh (amputasi), salamander bagian yang dipotong akan tumbuh “kuncup”. Perkembangan selanjutnya seperti pada fase embrionik, sehingga organ ataupun jaringan yang mengalami kerusakan dapat terbentuk lagi dan berfungsi kembali.
Kemampuan regenerasi tersebut sangant besar pada masa perkembangan embrionik, bahkan beberapa janis hewan mempunyai kemampuan tersebut hingga dewasa. Contohnya hydra, bintang laut, dan planaria jika dipotong menjadi dua bagian, potongan-potongan tersebut mempunyai kemampuan untuk regenerasi sehingga menjadi organisme yang utuh.

Pada hewan seperti kadal dan cicak kadang-kadang memutuskan ekornya untuk mengelabui pemangsa. Peristiwa pemutusan bagian tubuh tersebut dinamakan autotomi. Bagian tubuh yang hilang ekornya kemudian membentuk kembali ekor yang utuh.

No comments:

Post a Comment